<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4878423449568846839</id><updated>2012-02-15T22:24:25.100-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG DI BLOG NOVEL TERINDAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://novelterindah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4878423449568846839/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelterindah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>novelterindah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14362170368497145573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5IvdVsQIA7Q/TLqUfRVpL8I/AAAAAAAAACo/ieGFQIgyWKQ/S220/jihad-239x300j.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4878423449568846839.post-4039071890301246107</id><published>2010-10-16T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T23:23:57.036-07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Sudut Kota Madinah, 627 Masehi</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;enta, buta, pengemis,  dan dia seorang Yahudi. Lelaki tua itu mendudukkan badan ringkihnya  seperti kain usang yang teronggok. Kepala bergerak-gerak, telinga  menjadi matanya. Seperti kemarin, jarang yang menghampirinya dan  melemparkan sejumlah receh untuknya menyambung hidup. Dia menunggu  seseorang yang setiap pagi menjadi yang pertama mendatanginya. Pengemis  tua itu yakin, pagi ini pun tidak akan ada yang berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia  datang. Dia datang. Pengemis itu mengenali langkah seseorang yang  sering mendatanginya setiap pagi. Dia bersiap untuk mengulangi mantra  yang dia rapal setiap hari, setiap kali ada yang menghampirinya dan  memberi keping receh untuk menyambung napasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Janganlah  engkau mendekati Muhammad karena dia orang gila, pembohong, dan tukang  sihir! Jika engkau mendekatinya, engkau akan di pengaruhinya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimulai.  Ini pengulangan setiap hari. Rutinitas yang tidak pernah terganti.  Seseorang itu akan menyuapkan makanan lunak kepada pengemis renta dengam  mulutnya sendiri. Perlahan dan penuh kelembutan. Seperti induk burung  yang menyuapi anaknya melalui paruhnya. Makanan selembut apa pun akan  sulit dikunyah oleh pengemis renta itu. Apa yang dilakukan seseorang  yang senantiasa mengunjunginnya setiap pagi sama saja dengan surga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia  tidak perlu melakukan apa-apa. Hanya mengangakan mulutnya. Orang itu  mengunyahkan makanan untuk dia dengan mulutnya sendiri. Perlahan-lahan,  Sampai tandas seluruh makanan yang ia bawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Janganlah  engkau mendekati Muhammad". Si tua mengulang kalimatnya. Seolah, dia  mendapat layanan ekstra dari orang tak di kenalnya itu karena  kalimat-kalimat yang ia ucapkan, " Jangan... Karena dia orang gila,  pembohong, dan tukang sihir! Jika engkau mendekatinya engkau akan  dipengaruhinya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang itu tersenyum. Tidak bersuara. Dia  bangkit perlahan setelah memastikan si tua selesai dengan makanannya.  Lelaki itu bangkit lalu menderap meninggalkan si pengemis. Langkahnya  tegap dan terukur. Ritmis dan berpendar wibawa. Lelaki itu... dirimu,  Wahai Muhammad lelaki yang lembut hatinya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Sebuah Novel Biografi Muhammad SAW, Lelaki Penggenggam Hujan -&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4878423449568846839-4039071890301246107?l=novelterindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelterindah.blogspot.com/feeds/4039071890301246107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://novelterindah.blogspot.com/2010/10/salah-satu-sudut-kota-madinah-627.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4878423449568846839/posts/default/4039071890301246107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4878423449568846839/posts/default/4039071890301246107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelterindah.blogspot.com/2010/10/salah-satu-sudut-kota-madinah-627.html' title='Salah Satu Sudut Kota Madinah, 627 Masehi'/><author><name>novelterindah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14362170368497145573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5IvdVsQIA7Q/TLqUfRVpL8I/AAAAAAAAACo/ieGFQIgyWKQ/S220/jihad-239x300j.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4878423449568846839.post-7225721146755406530</id><published>2010-09-23T04:31:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T04:46:32.202-07:00</updated><title type='text'>Kisah cinta Muhammad dan Khadijah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad semenjak kecil mengisi harinya dengan menggembalakan ternak  terutama kambing dan domba, bahkan ketika semakin dewasa semakin banyak  ternak yang digembalakannya, baik milik sendiri dan keluarga Abu Thalib,  maupun titipan dari penduduk Makkah yang mengupahnya untuk  menggembalakan ternak mereka. Profesi ini seakan telah ditetapkan oleh  Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya yang dipersiapkan sebagai  utusan-Nya. Hampir semua nabi ditetapkan oleh Allah sebagai penggembala  kambing atau domba, Musa, Yakub, maupun Isa. Ini adalah salah satu ciri  kenabian seseorang yang telah ditetapkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada  saat-saat tertentu, Muhammad juga berdagang membantu perdagangan milik  Abu Thalib atau barang dagangan titipan dari orang lain. Pada usia 12  tahun untuk pertama kalinya dia diajak pamannya, Abu Thalib, berdagang  keluar tanah Arab, yaitu ke daerah Syam. Dengan hasil perdagangan dan  ternak, penghidupan Muhammad dan keluarga Abu Thalib semakin bagus pada  saat ia semakin dewasa. Semakin lama, semakin banyak ternak yang  digembalakan oleh Muhammad, baik milik pribadi dan keluarga Abu Thalib,  maupun milik masyarakat Makkah. Selain itu, perdagangannya dari barang  dagangan yang dititipkan maupun milik pribadi juga semakin banyak dan  menuai sukses. Walhasil, pada usia 24-an tahun, Muhammad merupakan salah  satu orang yang cukup kaya di Makkah dari hasil ternak dan perdagangan,  namun dia tetap dipercaya orang untuk menjualkan barang dagangan  mereka, ini membuktikan bahwa Muhammad merupakan tipe orang yang jujur  dan bisa dipercaya. Puncaknya, pada usia 25-an dia diberi kepercayaan  oleh seorang pedagang besar dan merupakan seorang janda kaya untuk  membawakan dagangannya ke negeri Syam, dia adalah Khadijah. Seluruh  perdagangannya sebelum itu dibawakan oleh para pekerjanya sendiri.  Namun, melihat kesuksesan dan keuntungan yang diperoleh Muhammad dan  pedagang lain yang mempercayakan dagangan mereka kepada Muhammad, maka  Khadijah memberikan kepercayaan kepada Muhammad untuk memimpin  kafilah/rombongan dagang miliknya, meskipun pada saat itu Khadijah  mengikutsertakan seorang pembantu kepercayaannya yang bernama Maisarah  untuk mengawasi perdagaanngn tersebut. Singkat cerita, perdagangan  sukses dan banyak laba yang masuk, Khadijah semakin mempercayai  Muhammad, dan beberapa bulan kemudian Khadijah meminta keluarganya untuk  melamar Muhammad bagi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari rangkaian cerita diatas,  seakan-akan alasan Khadijah menikah dengan Muhammad semata karena  Muhammad terbukti sebagai pedagang yang terkenal jujur, dapat dipercaya,  dan sukses. Apakah memang seringkas itu? Apakah sesederhana itu? Jika  dipikirkan dengan objektif, tentu saja kurang masuk akal atau terlalu  ringkas cerita yang disampaikan disana. Nah, dalam hal ini beberapa ahli  berusaha mengungkap dan membahas beberapa hal yang kurang diperhatikan  oleh banyak kalangan mengenai alasan utama Khadijah bersedia menikah  dengan Muhammad. Pendapat ini menyatakan bahwa salah satu hal yang  menyebabkan Khadijah ingin menikah dengan Muhammad adalah karena  Khadijah tahu bahwa ada ciri-ciri kenabian dalam diri Muhammad / calon  nabi. Bagaimana bisa demikian? Apa dasar dari pendapat ini? Lantas  mengapa Muhammad mau menikah dengan janda berusia 40 tahun disaat  umurnya baru 25 tahun? Bahkan, pada saat menikahi Khadijah tersebut  Muhammad memberikan mahar pernikahan kira-kira 100 ekor unta yang pada  masa sekarang kurang lebih harganya sama dengan satu sedan Mercedes Benz  terbaru atau lebih dari 1 milyar rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal ini, Muhammad bersedia menikah dengan Khadijah dikarenakan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.  Muhammad mengenal dengan baik segala hal mengenai keluarga Khadijah dan  silsilahnya, sehingga paham bahwa Khadijah berasal dari keluarga  terhormat dan beretika, dimana pada masa itu di Makkah sukar ditemukan  keluarga yang tidak menyembah berhala dan menjalankan adat jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.  Silsilah Muhammad dan Khadijah terpaut tidak terlalu jauh, yaitu  Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin  Qushai bin Kilab bin Murrah. Sedangkan Khadijah bint Khuwaylid bin Asad  bin Abdul Uzza bin Qushai. Dengan demikian ada pertemuan silsilah antara  keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Khadijah meskipun berusia lebih tua dan janda, namun  dikalangan penduduk Makkah terkenal berpribadi luhur, berakhlaq mulia,  tidak menyembah berhala, dermawan, kemungkinan beragama nasrani (kristen  unitarian) karena beberapa tetua dan pemimpin keluarganya adalah ahli  kitab dan ahli bahasa kuno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah beberapa pertimbangan dari  Muhammad untuk menerima Khadijah menjadi istrinya. Sedangkan dari  Khadijah sendiri memiliki pertimbangan lain, yang diataranya adalah  karena dia tahu bahwa Muhammad adalah calon nabi. Apa dasar dari  pendapat ini? Pendapat yang menyatakan bahwa Khadijah sudah melihat  adanya ciri kenabian pada diri Muhammad bahkan sebelum mereka menikah  adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Keluarga besar Khadijah, terutama para tetua, kakek,  dan pemimpin keluarganya adalah ahli kitab (Injil dan Taurat) yang paham  betul nubuat dan penafsiaran dari kitab sucinya secara langsung dalam  bahasa kuno (Ibrani dan Aramic) sebagai bahasa kitab suci mereka pada  masa dahulu kala, bukan sekedar dari terjemahan didalam bahasa harian  mereka (Arab). Keadaan keluarga ini memang kurang dibahas dengan  mendetail.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Ada sebuah cerita tambahan (bagian ini kurang dibahas  para ahli sejarah), menyebutkan bahwa beberapa waktu sebelum Muhammad  lahir, saudara sepupu Khadijah pernah pula akan dinikahkan dengan  Abdullah, ayah Muhammad, namun gagal. Uraian cerita ini kembali ke masa  sebelum tahun 571M, beberapa tahun sebelum kelahiran Muhammad yang pada  saat itu Khadijah berusia kira-kira 14-15 tahun. Seorang pamannya (ahli  kitab) melihat adanya ciri kenabian pada diri Abdullah bin Abdul  Muthalib dan setelah diperhatikan dengan seksama dan penuh keyakinan  maka bersegeralah ia melamar Abdullah untuk putrinya (sepupu Khadijah,  mungkin usianya sebaya atau lebih tua sedikit dibanding Khadijah). Namun  Allah berkehendak lain, Abdullah dipertemukan dengan Aminah bint Wahab  bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab, dan akhirnya menikahinya. Paman  Khadijah yang gagal melamar Abdullah tetap percaya adanya ciri kenabian  pada diri Abdullah, oleh sebab itu maka ia memberitahukan segala hal  tersebut kepada segenap keluarga besarnya termasuk didengar pula oleh  Khadijah sendiri. Namun, dengan kematian Abdullah diusia muda setelah  menikah dengan Aminah (bahkan ketika anaknya belum lahir), para ahli  kitab dari keluarga ini melihat ciri kenabian yang lebih jelas terlihat  pada diri anaknya, yaitu Muhammad bin Abdullah. Pada masa itu, keluarga  Asad ini menutup informasi ini dari orang lain karena dalam nubuat kitab  suci mereka juga disebutkan bahwa orang-orang sesat yang tahu dengan  keberadaan calon nabi itu pastilah akan berusaha membunuhnya. Alasan ini  diperkuat dengan pertemuan rombongan dagang Abu Thalib yang disertai  Muhammad pada saat berusia 12 tahun ketika berdagang ke Syam dengan  seorang rahib bernama Bukhaira yang juga melihat adanya ciri kenabian  pada diri Muhammad dan percaya bahwa dia adalah nabi yang dijanjikan,  dan dalam pertemuan itu dia mewasiatkan kepada Abu Thalib untuk segera  pulang ke Makkah dan menjaga Muhammad dengan cermat karena sebagai calon  nabi dia banyak dicari untuk dibunuh oleh kaum yang sesat dan tahu akan  nubuat dalam kitab suci mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah beberapa alasan  kenapa Khadijah ingin menikah dengan Muhammad meskipun usianya jauh  lebih tua dan paham betul bahwa orang yang baik tidak akan menikah hanya  sekedar melihat usia dan kecantikan semata. Dan juga Khadijah percaya  bahwa perkiraan tetua keluarganya yang menyatakan bahwa Muhamad adalah  calon nabi yang dijanjikan adalah sesuatu yang benar. Jadi kepercayaan  pada diri Khadijah kepada kenabian Muhammad tidaklah setelah turunnya  wahyu, namun jauh sebelum itu. Oleh karena itu, begitu Muhammad menerima  wahyu yang pertama, Khadijah langsung menghadap pamannya, Waraqah bin  Naufal, salah satu ahli kitab di keluarganya yang paham isi Injil dan  Taurat, mampu berbahasa Ibrani, namun sudah tua dan buta. Ketika  Khadijah menceritakan kejadian atas diri Muhammad, sang paman menyatakan  kebenaran dan validitas kenabian Muhammad. Selanjutnya, beberapa hari  kemudian, Muhammad diajak Khadijah untuk menghadap pamannya tersebut  untuk meminta nasehat. Pada saat itu bahkan Waraqah bin Naufal  menyatakan kepastian bahwa suatu ketika nanti dia akan diburu dan diusir  oleh kaumnya sendiri, juga pengikut-pengikutnya akan dianiaya atau  dibunuh. Dan memang demikianlah yang terjadi dan berlaku kepada semua  utusan Tuhan yang membawa risalah kenabian baru seperti juga yang  terjadi terhadap Musa, Isa, dan begitu pula dengan Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian  sekilas uraian mengapa Khadijah menginginkan Muhammad menjadi suaminya,  dan juga alasan kenapa dia bersedia menyatakan keislamannya tanpa  ragu-ragu dan bimbang diawal perjuangan Muhammad sebagai nabi. Khadijah  adalah istri yang paling dicintai Muhammad dibandingkan istri-istrinya  yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wallahu a’lam bi shawaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;http://t724626.multiply.com/journal/item/24&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4878423449568846839-7225721146755406530?l=novelterindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelterindah.blogspot.com/feeds/7225721146755406530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://novelterindah.blogspot.com/2010/09/kisah-cinta-muhammad-dan-khadijah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4878423449568846839/posts/default/7225721146755406530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4878423449568846839/posts/default/7225721146755406530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelterindah.blogspot.com/2010/09/kisah-cinta-muhammad-dan-khadijah.html' title='Kisah cinta Muhammad dan Khadijah'/><author><name>novelterindah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14362170368497145573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5IvdVsQIA7Q/TLqUfRVpL8I/AAAAAAAAACo/ieGFQIgyWKQ/S220/jihad-239x300j.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
